Just expression and quotes of my life.
Tampilkan postingan dengan label Short story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Short story. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

Ketika Cinta Itu Benar-benar Ada

“yah gimana nih, ini motornya Toro.” Ucap Riri dengan panik.

Sore itu Riri bersama Alya dan Yaya dating ke sekolahnya untuk melihat ekskul suffle. Namun Toro ternyata ada disekolah itu, dia berlatih dan mengajar taekwondo di sekolah itu.
Bella, dia adalah teman dari Riri.

“bel ada Toro didalem kelas?” ucap Riri dengan takut.
“iya ada, ini handphone nya sama gue.” Balas bella.
“sinih hp nya gue mau liat-liat isinya, plis bel.” Balas Riri dengan memohon.
Akhirnya handphone Toro ada ditangan Riri. Dan sungguh kecewanya dia saat membaca semua massage di hp Toro. Semua berisi massage dari perempuan. Perempuan lain selain Riri, termasuk massage dari okta. Okta adalah seorang perempuan yang saat ini sangat dekat dengan Toro. Riri hanya terdiam, sedih, kecewa, kesal, marah, ingin menangis tapi semua tertahan oleh rasa yang dimiliki nya kepada Toro.

“ri mana hp nya? Udah ditanyain tuh, nanti dia marah sama gue.” Ucap bela dengan ketakutan.
“iya tunggu sebentar.” Balas Riri dengan mata berkaca-kaca.

Toro telah berada di depan kelas menunggu hp nya. Bella sibuk ketakutan Toro akan marah pada nya. Tapi Riri yang berada diruangan BK, yang tidak terlihat oleh pandangan Toro tiba-tiba menampakan dirinya dihadapan Toro dan memberikan hp itu kepada bela.
Riri berlari menuju kantin sekolah. Cepat, sangat cepat, menahan semua rasa emosinya, menahan hati yangtergores, menahan bendungan air matanya yang sudah tak sanggup ia bendung lagi.
Toro kaget dengan kejadian itu. Ia cepat pergi meninggalkan sekolah itu.
Dan ketika Toro telah pergi, Riri dan teman-teman nya menghampiri Bella dan Ka Atika, seseorang kakak kelas Riri untuk bertanya apa yang dikatakan Toro setelah kejadian itu.

“bel Toro bilang apa?” ucap bella dengan lemah dan tatapan kosong.
“dia bilang dia lemes pas tau hp nya ada di lo, dia marah sama gue.” Ucap bella dengan panik.
“Tuhan mungkin udah ngerencanain semua ini buat gue.” Balas Riri dengan penuh senyuman dan mata yang berkaca-kaca.
“yaudahlah diemin aja, cari yang lain.” Balas Yaya dengan kesal.
“Iya, Toro emang kaya gitu kali. Udahlah masih banyak yang lain, kaya cowo Cuma 1 satu aja.” Ikut ka Atika membalas.
“Iya Ri dia itu orangnya sama kaya yefta. Satu spesies. Jago gombal.” Ucap bella.
“udah berdoa aja semoga karma bakalan nunjukin apa yang lo rasain Ri.” Ucap Alya dengan diakhiri senyuman.
Riri hanya terdiam, merundukan wajah yang telah terbanjiri oleh air mata.
Hari semakin sore. Riri dan yang lain nya memutuskan untuk meninggalkan sekolah.

Keesokan harinya saat disekolah Riri kelihatan murung, mata yang sembab karena terlalu banyak menangis, dan lemah seperti orang tak benyawa.
Bagaimana tidak, seseorang yang dia cintai melakukan hal itu kepadanya, bermesraan dengan perempuan lain. Ini bukan pertama kalinya Riri mengalami sakit hati karena Toro, mungkin ini sudah ke yang sekian kali nya untuk Riri.
Toro memang bukan siapa-siapa Riri saat ini, hanya seorang mantan kekasih. Riri memang yang salah karena masih mengharapkan Toro. Tapi Riri masih mempunyai janji kepada Toro sebelum mereka mengakhiri hubungannya sebagai kekasih, janji untuk tetap setia pada Toro sampai ia lulus SMA. Riri memang selalu ingat pada janji itu, selalu dan takan pernah terlupa!

“Riri yang gue tau adalah Riri yang ceria, jail, dan suka tersenyum. Bukan riri yang kaya gini.” Ucap Rida dengan semangat.
Hari itu Riri memang sangat buruk, sangat berbeda.
Air mata selalu membasahi wajahnya, tangan nya bergetar, jantung berdetak kencang, dan suara tangisan kecil nya yang selalu tertahan.
Dengan suara seperti orang yang kian lama kian habis Riri mengatakan
“Cinta yang pertama buat gue adalah Toro. Sesuatu yang indah buat gue adalah Toro. Gue lagi mencoba belajar untuk tetap ngertiin dia. Ngerti dan belajar nerima sifatnya. Gue mungkin bego karena masih setia sama dia, tapi selagi gue mampu gue berusaha, selagi kata sayang masih ada, gue tetep ada buat dia. Kita ga perlu pergi ninggalin orang yang kita sayang kalo emang hati berkata “tak sanggup”. Selagi masih mampu kenapa kita ga mencoba untuk tetap bertahan?. Gue bakalan selalu ada buat dia, walaupun hati gue bakalan bener-bener ilang karnanya. Gue iklas! Iklas walaupun dia bukan sama gue!.” Ucap Riri dengan diakhiri senyuman kecil.
Rida hanya terdiam setelah mendengar itu, begitupun anak-anak yang ada dikelas tersontak diam. Tak ada suara sepelan apapun setelah jawaban Riri terlontarkan.

Semakin hari Riri semakin bisa menerima kepergian Toro, karena setelah kejadian itu Riri dan Toro lost contact. Toro memutuskan untuk mendiamkan Riri, sedangkan Riri orang yang tersakiti masih berusaha agar semua kembali dan memaafkan Toro dengan mudahnya.
Riri tersenyum walau sebenarnya itu adalah tangisan.

“alhamdulilah yah lo sekarang udah ga pernah nangis ataupun murung lagi. Senyum terus. Sesuatu banget loh.” Ucap seorang teman kelasnya yang bermaksud untuk mengejeknya.
“terpuruk dalam kesedihan boleh, selama apapun itu. Tapi ga selamanya lo tunjukin kesedihan lo ke semua orang. Biar ornag lain hanya tau tersenyum bahagia setiap harinya, biar mereka tau lo itu kuat. Walau sebenernya hati lo rapuh, sunyi, sedih, kecewa. Cukup hati dan Yang menciptakan hati lo yang tau sebenernya.” Jawab Riri dengan penuh senyuman.

Pagi itu pagi yang cerah, indah. Riri tak pernah seceria hari ini, hingga sepanjang hari ia selalu tersenyum, bercanda riang, dan menikmati dunia ini tanpa Toro dipikiran nya.
Dan ketika keesokan harinya Riri mendengar kabar buruk tentang Toro. Toro kecelakaan!
Riri terburu-buru menuju rumah sakit setelah mendengar kabar itu.

Dan ketika ia sampai di rumah sakit, di ruang tempat Toro dirawat…………..

“maaf ka aku baru jenguk kaka, aku baru tau.” Ucap Riri dengan cemas.
“ini siapa? Okta?” balas Toro dengan wajah penasaran.
Riri terdiam heran dengan jawaban itu. Terpikir sejuta pertanyaan apa yang terjadi pada Toro.
“Toro buta! Sekarang ia hanya bisa menunggu seseorang berhati malaikat yang mengiklaskan matanya untuk Toro.” Ucap seseorang yang baru masuk dari luar.

Kaget, sedih, tidak tega, ingin menjerit, ingin menangis, dan ingin berlari menyendiri. Itu yang dirasakan Riri setelah mendengar itu.
Toro semakin bertanya-tanya siapakah orang yang ada dihadapan nya.
Riri tersontak memeluk Toro lalu mengatakan
“jika kamu ingat akan pelukan ini maka kamu akan tau siapa aku. Aku selalu disamping mu ka.” Ucap Riri dengan diiringin tetesan air mata.
Toro hanya terdiam, tak berbicara apapun.

Keesokan harinya saat Riri berjalan untuk menjenguk Toro, tak jauh dari ruangan itu ia bertemu dengan Okta bersama seorang laki-laki yang berjalan disampingnya.
Riri hanya melirik okta lalu melanjutkan perjalan ke ruangan Toro.
Dan setelah sampai diruang Toro, ternyata Toro hanya sendiri diruangan nya. Memecahkan dan meruntuhkan segala yang ada di dekat nya, berteriak seperti orang kerasukan, dan wajah yang telah dibasahi oleh air mata.

“ka kamu kenapa?” Tanya Riri dengan lemah dan dengan mata yang berkaca-kaca.
“Okta ninggalin aku. Dia pergi dan lebih milih cowok lain karena aku buta. Aku benci, kenapa Tuhan ngabuat aku kaya gini.” Balas Toro dengan suara kasar penuh emosi.
“kaaaa….” Riri membalasnya dengan suara kecil dan lemah kemudian memeluk Toro sambil menangis.
“aku tau ini berat buat kaka. Ini mungkin cara Tuhan biar kaka lebih menghargai apa yang udah kaka milikin. Kaka cinta sama Okta? Aku bakalan berusaha semampu aku biar dia balik lagi ke kaka kalo itu yang kaka mau. Kaka cukup sabar aja. Pasti nanti aka ada seseorang yang mengiklaskan matanya untuk kaka. Aku tau kaka bisa.” Ucap Riri dengan disertai tangisan kecil.

Seketika itu Riri melepaskan pelukan nya, pergi meninggalkan Toro, dan keluar dari ruangan itu untuk mengejar Okta yang mungkin belum berjalan terlalu jauh.

“Ta gue mohon sama lo, lo balik ke Toro. Toro cinta nya sama lo bukan sama gue. Semua udah beda ta. Apa lo tega liat Toro yang lagi terpuruk gini malah lo tinggalin? Apa cinta lo ke Toro selama ini palsu? Cukup gue aja ta yang tau lo kaya gimana, jangan sampe Toro tau sifat buruk lo!.” Ucap Riri dengan memohon.
“nah itu lo tau gue gimana. Lagian gue ga mau punya cowo buta!” balas Okta dengan tegasnya.
“gue janji kebutaan Toro ga bakalan lama. Gue bakalan cari orang yang mau iklasin matanya buat Toro. Lo harus janji bakalan balik lagi ke dia dengan sayangyg tulus bukan palsu.” Ucap Riri yang kemudian pergi meninggalkan Okta.

Riri pergi dari rumah sakit, pulang ke rumah, dan mengurungkan diri di dalam kamar.
Dia menulis disebuah buku kecil miliknya, dengan tangisan, dengan kesedihan.
“ketika orang yang kita sayangi lebih membutuhkan orang lain padahal kita yang selalu ada disampingnya apa yang terasa? Jika kita benar-benar mencintai nya maka kita akan membantunya. Walau hati terasa berat, walau hati terasa sakit, dan walau hati berkata ‘tak mampu’. Hati terasa telah tiada karena hati ini hanya bisa berkata ‘aku sayang dia’. Aku akan membuatnya bahagia sebelum aku tiada, sebelum aku berada di tempat yang berbeda. Karena sakit yang kurasa adalah cintaku pada nya. Kini aku telah kehilangan dirinya juga cinta nya.”

Pada keesokan nya Riri tidak masuk sekolah, entah apa yang terjadi pada nya.

“Riri kemana sih? Padahal gue mau ngasih tau kalo Toro udah bisa ngeliat. Ada orang yang ngedonorin matanya buat Toro. Nomernya Riri juga ga aktif masa.” Ucap Delia dengan wajah polos.
“iya? Siapa orangnya? Baik banget yah dia.” Tanya dira dengan wajah heran.
“ya gatau. Gue Cuma dapet kabar gitu doang.” Balas delia.

Satu hari setelah kabar tentang Toro yang sudah bisa melihat telah menyebar kemana-mana, termasuk Okta telah mengetahuinya. Okta berusaha agar bisa kembali pada Toro. Tapi sayangnya Toro sudah muak dengan Okta, muak dengan segala-gala nya yang ada di okta.

Saat Toro akan keluar dari rumah sakit, ia sempat bertanya pada seorang dokter yang mengoprasi matanya.
“dok saya mau tau siapa orang yang mendonorkan matanya untuk saya.” Ucap Toro dengan wajah penasaran.
“maaf pendonornya tidak mengizinkan saya untuk memberitahu kan nya kepada siapa pun. Dia hanya menitipkan surat ini untuk anda.” Balas dokter lalu pergi meninggalkan Toro.

Dan ketika Toro membacanya……..
“Hai kaka. Gimana kabar mata aku dikaka? Jaga baik-baik ya ka. Soalnya didalam mata itu tersimpan semua yang dulu terlihat tentang kita, kita waktu masih bersamaJ. Mungkin setelah kaka baca surat ini kaka ingin bertemu aku, tapi maaf ya ka setelah kaka baca surat ini aku udah di tempat yang berbeda. Aku memberikan mata itu untuk kaka karena aku ga mau kaka tersiksa lebih lama. Kaka tau rasanya jadi aku? Sakit ka, banget! Tapi aku selalu berdoa agar kaka ga akan pernah ngerasain itu. Cukup aku yang ngerasain itu ka. Emang sakit, tapi semua rasa sakit itu tak lebih besar dari rasa cinta aku ke kaka. Aku lebih milih meratiin, menjaga, dan mencintai kaka dari kejauhan. Itu pilihan aku meski semua akan terasa lebih sakit. Aku tetap berada disampingmu ka, bersama cintaku. Jaga mataku walau kau akan menggunakan nya untuk menatap mata orang lain, aku iklas karena aku mencintaimu. I love you! J”

Toro meneteskan air mata lalu tersenyum. Penyesesalan muyngkin yang tengah dirasakannya. Ia hanya menghela nafas dan tersenyum dengan tetesan air mata. Kemuadian berjalan meninggalkan rumah sakit.

True Love

Hari ini mungkin adalah hari terbahagia untuk Riri. Seorang cewek yang pindah sekolah ke sekolah yang dari dulu udah jadi impiannya dan sekaligus orang yang dia suka ada di sekolah itu, SMAN 4 Bandung.
Hari ini dia pertama kali mulai belajar disekolah itu. Tanpa sepengetahuan Kevin, cowok yang dia suka. Riri ingin membuat Kevin terkejut dengan hal itu. Sayangnya semua tidak berjalan dengan baik dan hasilnya mengecewakan.

“Ternyata kita sekelas yaaa” ucap Riri pada Rida, teman di SMA yang dulu dan ikut pindah sekolah bersamanya.
“iyalah, kan gue yang minta hahaha” balas Rida.
“gaya banget dah lo, jleb aja. Gue tinggal di daerah sini juga nyasar lo hahaha” balas Riri.
Ketika itu karena kelas memang tidak ada guru, Riri dan Rida memutuskan untuk pergi ke toilet.
“temenin gue ke wc yuk, sekalian cari angin kita *tampang sok imut*” ajak Rida.
“Tampang lo biasa aja kali ga usah sok imut gitu, ga pantes! Hahaha. Yaudah ayo jalan” balas Riri.
Ternyata setelah sampai di toilet mereka melihat Kevin sedang berkumpul bersama teman-teman nya di kantin. Maka Riri dan Rida memutuskan untuk cepat-cepat pergi meninggalkan toilet sebelum Kevin melihat Riri, karena Riri berniat untuk memberikan kejutan kepada Kevin sepulang sekolah nanti dengan kepindahan dirinya di sekolah itu.

Beberapa jam kemudian. Saat bel pulang sekolah berbunyi~

Riri dan Rida cepat-cepat meninggalkan kelas dan pergi menuju kelas Kevin. Tapi Karena mereka sangat terburu-buru, mereka menanbrak seorang kakak kelas cewek yang sok eksis dan sok cantik.
“heh lo kalo jalan tuh pake mata. Punya mata ga sih lo?” ucap kaka kelas itu dengan nada kasar.
“iya maaf kak kita ga sengaja” balas Rida.
Karena Riri adalah anak yang cepat sekali emosi, akhirnya Riri membuat kejadian itu semakin kacau.
“eh ka gue itu jalan udah pake mata. Lo ga liat nih mata gue segede ini hah?! Lagian salah lo juga kenapa lagi jalan malah smsan.” Balas Riri dengan nada tegas.
“eh lo nyolot ye, anak pindahan aja belagu. Ngaca dong lo.” Balas kaka kelas itu.
“ngaca apa sih ka? Harusnya yang ngaca itu lo. Jadi kaka kelas suka banget ngejudge ade kelas nya. Nih ya kak, gue minta maaf!.” Balas Riri.
Karena perselisihan mereka, maka membuat siswa-siswi beramai-ramai melihat nya, Terutama Kevin.
“ada apaan sih? Rame banget. *kaget melihat Riri* loh kok kamu disini?” ucap Kevin kepada Riri.
“iya ka. Aku tadinya mau ngasih kejutan ke kaka eh malah ketauan nya sekarang, yaudah deh gagal *tampang melas*” balas Riri.
“udah-udah pada bubar” ucap seorang teman Kevin yang bernama Nico.

Dalam sekejam semua orang menghilang.

“de udah dulu ya, aku mau rapat buat besok pensi.” Ucap Kevin kepada riri yang kemudian langsung pergi meninggalkannya.
Riri terdiam, menahan tetesan air mata yang akan keluar dari mata nya.
Beberapa saat kemudian Rida pulang karena dia sudah dijemput oleh ayah nya. Tapi Riri masih disekolah karena dia akan berkumpul bersama teman-teman smp nya. Riri, Meydian, Khairani, Desmay, Ardiani, dan januaria berkumpul dikantin pada saat itu. Namun ketika sedang asik berbincang dengan teman-teman nya dan menikmati hidangan yang ada, Tampak dari kejauhan Kevin dan Vivi berjalan bersama, bergandengan tangan. Vivi adalah seorang cewek yang sebaya dengan Riri dan dulu nya mereka satu sekolah smp.

“yaelah,ini apalagi coba.” Ucap Riri dengan wajah sedih.
“sabar ri sabar. Lo saying dia kan, sabar dulu.” Balas meidyan.
“oke iya gue emang sayang dia. Ya tapi masa gue terus dibuat galau sama dia kaya gini. Batin woy.” Ucap Riri dengan nada kesal.
“mungkin Tuhan mau nguji seberapa besar rasa sayang lo ke dia Ri. Yang iklas aja oke.” Ucap khairani dengan tersenyum.

Pada keesokan harinya disekolah ada pensi. Rida tidak masuk karena sakit. Maka Riri bersama teman-teman nya kembali berkumpul.

Jam demi jam telah berlalu.
Ketika itu, ketika mereka sedang berbincang tentang masa lalu di smp. Riri memutuskan untuk mengambil CD yang berisi video tentang masa lalu di smp di kelas nya. Riri pun meninggalkan teman-teman nya sebentar untuk ke kelas.
Tapi ketika akan kembali ketempat teman-teman nya Riri melihat Kevin dan vivi sedang berbincang dan kelihatan bukan seperti perbincangan seorang teman, melainkan perbincangan seseorang kepada pacarnya.
Pecah air mata Riri, hati terasa mati, jiwa terasa telah tiada.
“de kamu…...” Ucap Kevin kepada riri dengan gugup.
“ka, kaka masih inget sama Cd ini? Cd tentang kita ka. Semua tentang kita!.” Balas Riri sambil menangis.
“Kaka sayang sama vivi de, maaf banget.” Balas Kevin dengan pelan nya.
“ iya ka. Aku bahagia kalo kaka bahagia, walaupun bukan sama aku ya ka. Aku sayang kaka.” Balas riri sambil meninggalkan Kevin dan vivi.

Ketika Kevin ingin mengejar Riri, Vivi memaksa Kevin untuk tidak mengejar nya. Maka pada saat itu Riri berlari dengan cepatnya meninggalkan mereka berdua.

“ri lo kenapa? Kok nangis sih?” Tanya desmay.
“gapapa, tadi kelilipan terus kekucek gitu.” Balas Riri.
“jangan bohong ri, itu keliatan kaya abis nangis.” Balas lagi Ardiani.
“beneran ri lo gapapa? Kalo lo kenapa-kenapa kita mau batalin nama lo ikut pensi.” Tanya januaria dengan serius.
“hah? Gue ikut pensi? Mau ngapain gue? Bengong di atas panggung gitu? Gamau gamau.” Balas Riri dengan wajah tegang.
“yah kan udah terlanjur didaftarin ri. Udah gapapa elah.” Balas desmay dengan memaksa.

Ketika Riri bertekad untuk tidak mengisi acara pensi, tiba-tiba terdengar nama Riri dipanggil untuk segera naik ke panggung. Riri tetap tidak ingin naik ke panggung hingga akhirnya semua orang yang ada disana mengatakan “maju … maju … maju…” .
Akhirnya karena ketidaksabaraan teman-teman nya, maka riri di tarik naik ke panggung oleh teman-teman nya. Dan mau tidak mau Riri harus menampilkan sesuatu.
Namun ketika semua mata tertuju pada Riri. Seolah-olah dengan menggunakan sihir, mata ratusan orang itu pindah tertuju pada Kevin yang tiba-tiba naik ke atas panggung. Kevin mengambil sebuah Microfone dan mengatakan “aku sayang vivi. Maaf aku udah ngecewain Riri. Vivi, kamu cewek yang ada di hati aku.”.
Sungguh itu ucapan yang bear-benar membuat semua orang tersontak kaget mendengarnya.
Riri terdiam, merunduk, meneteskan air mata.

Karena semua orang telah mengetahui cerita antara Riri, Kevin, dan Vivi maka ketika itu juga semua oaring tersontak mengatakan “Riri….riri…..riri”. Entah siapa yang memulai mengatakan itu, tapi Riri merasa lebih baik setelah mendengar itu.
Akhirnya Kevin turun dari panggung. Lalu Riri melanjutkan penampilan nya dengan bernyanyi, walaupun masih diiringin dengan tangisan. Semua tentang kita, lagu yang dinyanyikan oleh Riri. Entah lagi-lagi sihir atau apa, semua orang terharu mendengarnya.
Riri menangis, gemetar tangannya, tertusuk hatinya. Lagu itu adalah lagu kenangan bersama Kevin. Hampir satu tahun mereka bersama. Tapi semua kandas begitu saja, hilang cinta Kevin untuknya hanya karena sifat kelabilan Kevin. Di sela-sela lagu Riri mengatakan sesuatu.
“Aku cuma manusia biasa, ga sempurna, ga cantik. Tapi aku punya rasa sayang yang tulus dan ga perlu balasan. Selama ini mungkin kamu ga sadar akan kesabaran aku saat bersama kamu. Aku emang banyak kekurangan, banyak perbedaan. Aku sadar! Tapi emangnya cinta butuh persamaan? Engga juga kan. Justru dengan adanya perbedaan cinta bisa saling melengkapi. Tapi aku tau diri kok, aku sabar dan terus mengatakan bahwa ini semua cobaan dari Tuhan. Aku menyayangi mu entah sampai kapan. I always waiting you can love me.”
Riri mengatakan itu diakhiri oleh senyuman manis yang sebenarnya adalah hampa.
Setelah dia selesai bernyanyi dan ingin turun dari panggung, dia tiba-tiba terjatuh, pingsan!
Pada saat itu juga Riri dibawa keruang UKS. Karena di ruang UKS ada seorang dokter yang akan memeriksanya, maka teman-teman nya keluar dari ruangan itu.
Dan ketika Riri terbangun…

“apa kamu tentang penyakit mu?” Tanya dokter dengan serius.
“engga tau dok, saya piker saya cuma kelelahan” balas Riri disertai dengan senyuman kecil.
“sakit mu parah. Apa kamu tidak pernah merasakan nya?” balas dokter.
“saya sakit apa?” Riri bertanya dengan serius.
“kamu ini mengalami gelaja-gejala orang yang sakit tumor, tapi mungkin tumor ini kecil dan harus segera ditangani karena berada di otakmu.” Jawab dokter
“ga mungkinlah dok, saya Cuma kelelahan aja” Riri menjawab dengan tegas lalu meninggalkan ruangan tersebut.

Beberapa hari kemudian setelah dia mendengar tentang penyakitnya, Riri selalu memikirkan hal itu bahkan Riri selalu diam, tidak banyak cakap dan tingkah. Padahal dia selalu ceria, tidak pernah diam.

Suatu ketika dia memeriksakan dirinya tentang penyakit itu, ternyata hal itu benar! Sungguh terpuruk Riri pada saat itu. Tak ada satu orang pun yang tau mengenai hal itu termasuk orang tua nya.

Hampir sebulan dia merasakan sakit itu, sakit kepala yang benar-benar sakit dan bisa membuat orang ingin mengakhiri hidupnya pada saat itu juga.
Karena biaya pengobatan yang dia tanggung sendiri, tabungan nya habis untuk menebus obat yang biaya nya bisa terbilang mahal.

Kian hari Riri semakin lemah. Rambutnya mulai berontokan. Dan seseorang yang dia sayangi yaitu Kevin tak ada di sampingnya, padahal Riri selalu berusaha ada untuknya.

“Kevin pasti sibuk dengan vivi, sampae-sampe dia ga pernah hubungin aku” ucap Riri.
Terkadang Riri lebih memilih mati dari pada harus melihat Kevin bersama vivi. Bermesraan, tertawa, bercanda disekolah. Padahal Riri tau bahwa Vivi adalah perempuan yang tidak baik. Ia memiliki banyak kekasih, bukan hanya Kevin.

Saat disekolah

“ Lo kenapa Ri? Kok pucet banget!!” Tanya Khairani kepada Riri
“ Ga apa-apa, gue belum sarapan tadi pagi. Slow aja sob” balas Riri dengan senyuman.
“ Ri, lo kenapa ga ngasih tau Kevin Tentang kejelekan Vivi?” Tanya Desmay dengan serius.
“Gue ga mau kebahagian dia. Dia bahagia gue juga seneng kok.” Balas Riri.
“ Dia itu lebih baik sama lo bukan sama Vivi, kita aja deh yg ngasih tau Kevin!” ucap ardiani dengan emosi.
“ Apa pernah lo ngerasa begitu bahagia ketika seseorang yang lo sayangi bahagia, tersenyum walaupun dengan cewek lain? Itu yang gue rasain. Emang sakit, tapi coba lo liat senyum Kevin. Dia kelihatan sangat bahagia bersama dengannya. Terkadang kita harus berkorban untuk orang yg kita sayangi, walau perasaan yg dirasa seperti telah mati.” Balas Riri dengan tangisan yg diiring dengan senyuman.

Ketika itu…
dimalam yang sunyi, disaat semua orang terlelap, disaat semua aktivitas terhenti.
Riri terbangun, menangis, merintih kesakitan, membelai rambut yg ketika ditarik lepas dari kulit kepala, perlahan darah keluar dari hidungnya.

“ Tuhan, bila memang ini jalan mu, aku ikhlas.” Ucapnya sambil menangis.

Ketika itu juga, Riri mengmbil selembar kertas dan sebuah pulpen. Lalu dia menuliskan surat untuk Kevin.

“aku bahagia melihatmu tersenyum bersamanya, memang perih tapi ketika senyum mu muncul aku bahagia dan ikut tersenyum. Apa kaka masih ingat besok adalah tepat satu tahun kita kenal? Aku berharap kaka masih mengingatnya, 22112010.
Aku ingat pada janji ku untuk setia sama kaka sampai kaka lulus SMA. Aku sampai saat ini masih menepati janji itu. Aku terus berdoa dari kejauhan adag kaka selalu bahagia, selalu menemani kaka ketika sepi menghampiri kaka. Cari dan lihat bintang yang paling terang ketika kaka sedang membutuhkan aku.
Aku berharap kaka ngerasain seberapa sayang aku ke kaka sampai saat ini. Bila esok ketika kaka baca surat ini, kaka jangan pernah ngeluarin air mata. Air mata itu akan membuat ku tersiksa di alam yang berbeda.
Kaka juga harus janji kalo kaka bakalan terus giat belajar, biar cita-cita kaka bisa kecapai.
Janji ya ka? J
Aku selalu ada untuk kaka walaupun aku sama kaka udah berbeda tempat hidup.
Akusayangkaka:*


Itulah surat yang ditulis oleh Riri. Pecah sudah bendungan air matanya.
“Tuhan, tolong jaga setiap orang yang aku sayangi dan menyayangi aku. Ayah ibuku, teman-teman ku, dan semua yang aku pernah aku kenal dan mengenal aku. Jaga juga musuh ku Tuhan, dia tak tau jika dia salah.”

Riri terdiam, merunduk, jatuh dari kursi yang ia duduki, tergeletak di lantai yang dingin, dan tanpa ada orang yang mengetahui.

Keesokan hari nya saat di sekolah Kevin mencari Riri. Kevin telah mengetahui kejelekan dari Vivid an ingin kembali bersama Riri karena memang Riri lah wanita yang terbaik untuk nya.
“eh Riri kemana?” Tanya Kevin kepada teman-teman Riri yang sedang berkumpul di kantin.
“lo ga tau? Lo sadar ga seberapa sakitnya Riri saat lo sama vivi?” balas januaria dengan penuh emosi.
“apa? Riri kenapa?” Tanya Kevin dengan wajah ketakutan.
“Riri udah dari sebulan yang lalu kena tumor otak. Ga ada yang tau itu selain dia sendiri. Dan sekarang dia Cuma ninggalin surat ini buat lo. Penyesalan udah ga ada guna nya Vin.” Balas Ardiani dengan menangis.
Kevin membaca surat itu, menyesal dan menangis.


Satu tahun kemudian….


Hari itu adalah hari pengumuman kelulusan untuk angkatan Kevin. Karena OSIS dan MPK pada hari itu mengikuti acara tersebut, maka teman-teman Riri yang selaku OSIS dating ke acara tersebut.
Dan ketika teman-teman Riri menghampiri Kevin untuk memberikan ucapan selamat atas kelulusan nya, tampak dari kejauhan terlihat seorang perempuan yang mirip sekali dengan Riri. Dan ternyata perempuan itu menghampiri Kevin serta teman-teman Riri.

“Hai, masih inget sama gue?” ucap cewek itu sambil tersenyum.
“Riri?” balas Kevin dengan sangat terkejut nya.
“iya ini aku. Riri yang dulu ada dihidup kalian.” Balas Riri dengan senyuman bahagia.
“tapi…tapi lo kan udah…..” jawab meidyan dengan wajah kaget.
“udah apa? Meninggal? Waktu itu gue ga meninggal tapi gue pergi keluar kota buat berobat. Dan sekarang gue sembuh.” Riri menjawab dengan senang nya.
“kamu serius?.” Tanya Kevin dengan wajah yang penuh keseriusan.
“iya kaka, ini aku Riri.” Balas Riri disertai dengan senyuman kecil.

Karena Kevin sangat bahagia dengan kejadian itu, maka pada saat itu juga Kevin memeluk Riri dan mengatakan
“Jangan pernah buat aku merasa kehilangan kamu lagi *sambil tersenyum*.”